Gila......pagi ini di tahun yang baru, pas bangun tidur dan baca koran ada berita yang sebenarnya aku anggap udah biasa tapi tetap aja bikin aku penasaran buat membacanya. Inti dari berita itu ialah KONDOM laris manis waktu perayaan Tahun Baru. Ya...memang udah tiap tahun sih seperti itu dan tiap tahun pula aku menyakini Kondom Bukanlah Suatu Solusi.Berikut berita nya yang aku ambil langsung dari "Pontianak Post".
Pesta penyambutan Tahun Baruberagam aktivitas dilakukan. Penelusuran koran ini, ternyata penjualan Kondom meningkat, menjelang tahun baru. Beberapa apotik yang menjual "alat kontrasepsi" tersebut mengakui, banyak pembeli kondom menjelang tahun baru.
Seperti diakui Sri, penjaga sebuah apotik, sudah beberapa orang yang membeli kondom di tempat mereka. "Memang penjualan kondom menjelang tahun baru biasanya meningkat dan itu juga terjadi seperti tahun-tahun yang lalu," aku Sri yang tak merasa heran lagi dengan gejala tersebut.
Hal yang sama dikatakan penjaga toko obat, ia mengakui ada peningkatan untuk pembelian kondom menjelang tahun baru."Bahkan untuk jenis obat kuat juga mengalami peningkatan," tambahnya.
Namun dari peningkatan itu biasanya apotik membatasi umur orang yang boleh membeli kondom. Seperti yang dikatakan Sri, pihaknya melihat dulu siapa yang membeli. Namun, terkadang ada juga yang bohong, mereka biasanya beralasan disuruh bapaknya atau saudaranya. "Jadi kadang kita kena tipu," akunya.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kalimantan Barat, Ahmad Zain, mengatakan bahwa kondom adalah sebuah teknologi yang mempunyai tujuan baik yaitu alat kontrasesi atau alat untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Namn itu semua kembali pada person masing-masing. Karena sebuah teknologi banyak yang sudah disalahgunakan. Belum ada larangan untuk orang yang boleh beli kondom di tempat-tempat yang menjual alat kontrasepsi tersebut, ujarnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi ataupun kemajuan bidang yang lain hendaknya harus sesuai dengan norma-norma "agama". Seperti kondom, itu penggunaannya untuk orang suami istri, diluar itu ya tidak boleh, karena kita semua adalah orang-orang yang beragama, tambah Ahmad Zaim, di ruang kerjanya.
Kamis, 01 Januari 2009
Antara Kondom Dan Tahun Baru
Label: Berita, Informasi, KondomRabu, 03 Desember 2008
Kondom Bukan Solusi
Label: AIDS, Kondom, Opini
1 Des kemarin diperingati sebagi hari AIDS sedunia, kebetulan saya dan teman2 sedang nongkrong di salah satu warung kopi yang cupuk terkenal di Pontianak. Kami berdiskusi tentang layak tidaknya kondom sebagai solusi pencegahan AIDS dan kami sepakat bahwa kondom bukanlah solusi untuk pengagulangan AIDS.
Menurut kami kampanye kondom sekarang ini malah akan membawa para remaja kita kepada tindakan free sex, karena pada setiap penyuluan AIDS baik itu untuk orang yang sudah dewasa atau pun remaja kondom selalu di jadikan solusi terakhir.
Seharusnya dalam kampanye AIDS kondom jangan di sosialisasikan kepada remaja kita.Kenapa jangan? Menurut kami,jika kondom di perkenalkan kepada remaja sebagai alat untuk mencegah sex itu akan menyebabkan remaja akan melakukan sex bebas. Karena tidak ada lagi ketakutan akan kehamilan atau akan tertular karena terkena AIDS.Dengan kondom AIDS hilang,tetapi sex bebas akan semakin menyebar.
Kami juga pernah melakukan survei kebeberapa apotek yang ada di Pontianak tentang penjualan kondom dan kami mendapatkan hasil yang cukup mengejutkan yaitu 45% yang membeli kondom itu adalah remaja. Bagi kami 45% itu adalah angka yang tidak sedikit, itu membuktikan bahwa kampanye AIDS dengan kondom sebagai solusi itu berhasil dan mengkibatkan sex bebas.
Sekali lagi, kondom itu bukan lah solusi untuk menanggulangi AIDS dan kami setuju bahwa solusi untuk menanggulangi AIDS adalah menikah dan lokalisai.
Penasaran mengapa kami memilih lokalisasi sebagai solusi, nanti kita lanjutkan kembali.Kepada pihak yang merasa tersingung kami mohon maaf, ini hanya opini jadi kl marah ke laut aja loe.....